Anda melakukan sesuatu hal yang hanya sebatas angan-angan belaka, maka sesuatu itu juga akan sebatas angan-angan. Bandingkan jika Anda sedikit lebih berani untuk melakukannya, misalnya Anda punya angan-angan ingin ke kota A, tetapi Anda hanya mempunyai angan-angan saja tanpa berani melakukan pergi ke kota A. Dalam melakukan suatu kegiatan memang membutuhkan rencana, jika rencana tersebut masih terasa tinggi, maka jangan melakukan rencana, misalnya saja Anda akan merencanakan untuk bersepeda mengelilingi dunia, angan-angan tingkat tinggi bukan? Atau bahkan mustahil.
Dalam berbisnis, nekat memang diperlukan suatu saat, karena bisnis adalah mencari peluang. Setiap ada tawaran bisnis, sebelum diterima dengan sepakat, pelajari terlebih dahulu bisnis apa yang akan dijalani. Jangan sampai Anda malah dirugikan dengan bisnis itu. Saat ada tawaran seminimal mungkin jangan pernah mengatakan, 1) kayaknya, 2) saya tidak bisa, 3) saya tidak berani, 4) atau lainnya yang membuat orang itu menilai Anda tidak mampu. Lebih baik Anda nekat berkata “ya, saya sanggup” dengan nada semangat. Perkara Anda sebenarnya tidak sanggup, tetapi ada baiknya Anda mengatakan sanggup, setelah Anda diberi waktu untuk mengerjakan, Anda kan bisa mencari teman atau rekanan Anda yang lain untuk membantu. Saya punya sedikit punya cerita tentang hal di atas dari guru sewaktu saya masih duduk di bangku SMK, berikut ceritanya.
Beliau mendapat tawaran dari seorang pengusaha untuk dibuatkan alat bermain di taman kanak-kanak sebanyak 100 macam dan targetnya adalah selesai dalam waktu 7 hari saja dengan biaya Rp 1.000.000/alat bermain. Guru saya ditantang, jika tidak selesai dalam waktu yang sudah ditentukan, maka guru saya harus membayar 2x lipat dari harga sepakat awal. Guru saya tidak pernah menolaknya. Setelah kedua belah pihak sudah tidak bertatap muka, beliau dalam hati berkata, “Sebenarnya aku juga tidak sanggup untuk membuat alat bermain sebanyak itu, toh saya juga tidak punya bahan-bahannya”.
Akhirnya beliau mencari tukang las untuk dibuatkan alat bermain yang dimaksud, tetapi tukang las tersebut hanya mampu membuat 20 alat bermain dalam waktu 7 hari. Beliau tidak kehabisan ide, beliau berarti harus mencari sebanyak 4 tukang las lagi di tempat yang berbeda, tetapi setiap tukang las tersebut oleh beliau diberi tantangan juga dengan membayar 2x lipat jika alat bermain tidak selesai dikerjakan. Semua tukang las akhirnya setuju. 7 hari sudah dilewati, semua alat peraga sudah selesai dikerjakan dan tentu saja pengusaha tadi sangat senang.
Menurut Anda hikmah dari cerita tersebut apa? Ya, setidaknya kita jangan pernah mengatakan “Tidak!”.
Sumber dari Guru saya di SMK